Kamis, 09 Oktober 2014

Taman Firdausku


By: Khoirul Taqwim

Disaat insan manusia tak ada daya
Ada letak kesucian yang tak terjaga
Di setiap detak langkah nafas
Begitu banyak kejahatan syahwat
Sampai terjerembab di alam karma
Namun diri masih punya bahagia
Di saat istri membawa diri menuju taman firdausMU
Ma'afkan diri
Bila tak mampu membimbingmu
Atas semua kebodohanku
Dan tiada yang dapat memahami segala kekuranganku
Kecuali engkau, wahai Istriku
Sekali lagi
Ma'afkanlah diri dengan segala kelemahanku
Yang tak bisa menuntunmu
Namun hatimu begitu lapang
Atas segala kekuranganku
Karena engkau, adalah: taman firdausku
Wahai istriku
Engkaulah taman firdausku
Kau begitu setia
Saat aku jauh dari ragamu
Sampai hati ini terlindungi atasmu
Kau adalah bahagiaku
Yang selalu jadi firdausku
Dan hari ini
Aku meminta
Ya! Allah ridhai diri dan Istriku
Atas semua Qada dan Qadarmu
Jadikanlah diri dan Istriku
Sebagai penghuni taman firdausMu
Supaya hati tenang dalam lindungan
Yang penuh kasih sayangMu
Amin................

Jumat, 26 Juli 2013

Malam Takbir Ilahi


By: Khoirul Taqwim

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Kupanjatkan malam takbir Ilahi disaat Idul Fitri telah tiba
Kubasuh mukaku dengan air suci sebagai rasa terima kasihku pada Ilahi
Sampailah daku pada perjalanan suci di malam takbir Ilahi
Saat ini pula umat muslim berbondong-bondong dari kampung hingga sudut kota
Hilir mudik bersama deru mesin-mesin motor dan mobil di jalanan

Saudaraku Lihatlah! malam ini
Mulai dari surau-surau sampai dinding-dinding nafas kehidupan
Begitu banyak umat muslim memanjatkan malam takbir Ilahi
Bahkan pemuda-pemudi, Anak-anak, orang-orang dewasa hingga kakek-nenek tumpah ruah dijalanan
Karena ini adalah hari istimewa yang penuh berkah Ilahi

Terdengar pula dari suara angin malam
Sebuah bentuk sorak sorai jutaan umat manusia mengiringi langkah malam takbir Ilahi
Semua tak lepas dari pertanda hari kemenangan telah tiba di saat dahaga dan lapar
Sudah satu bulan menghampiri perut dan jasad

Hari Inilah! sebuah bentuk kebebasan umat muslim telah tiba
Dengan mengumandangkan gema takbir dengan ikhlas jiwa
Seraya dengan menyebut Allahu Akbar, Allah maha besar
Maka saat ini pula jantungku berdebar dengan penuh haru dan bercampur bahagia rasa

Malam ini juga daku tak terasa sampai mata berkaca-kaca
Lalu akhirnya butiran air mata ini jatuh dari kelopak mataku
Karena ini hari, bersejarah dalam hidupku sebagai tanda baktiku pada Ilahi

Jumat, 26 Agustus 2011

Sajak Suara Takbir



By: Khoirul Taqwim



Bedug telah berbunyi

Dag dig duuuuuuuuuuug

Terdengar suara takbir sayup nan merdu

Sungguh di hari ini seluruh umat nampak terpancar

Aura bahagia selalu di hari nan fitri



Suara takbir terdengar

Memuji keagungan Ilahi

Berkumandang seantero alam raya

Membahana bumi sampai langit

Hingga qalbu merasa terang benderang

Di hari lebaran nan indah mewarna



Kumandang gema takbir

Membuat nada hati berucap rahmat

Sambut penuh rasa syukur

Di hari suci nan indah terasa



Suara Gemuruh takbir

Makna Hari agung telah datang

Jutaan umat bersorak penuh nafas do'a

Memohon pada dzat Ilahi

Atas nikmat dan rahmat

Tuk selalu datang dihari penuh ma'af



Suara takbir penuh warna

Pertanda hari raya telah tiba

Terucap dalam setiap detak jiwa

Menyusun kata perkata

Minal adin walfaidzin

Mohon ma'af lahir dan batin

Senin, 22 Agustus 2011

Sajak Para Serdadu Allah



By: Khoirul Taqwim



Dikala langit berubah memerah

Disitu ada letak syahid menunggu para serdadu Allah

Dikala subuh ada aliran sungai mengalir di mata

Disitu ada letak kebengisan yang wajib diluruskan



Wahai para serdadu Afghanis

Jangan pernah gentar melihat para musuhmu

Karena hidup adalah pengabdian



Wahai para serdadu palestin

Angkat suaramu lantang melawan ombak dari barat

Walau zionis menyayat buta tubuhmu



Wahai para serdadu libya

Tongkat kebenaran ada di setiap langkah gerakmu

Raihlah sejarah manis yang mulai dekat di setiap ketuk nadimu



Wahai semua serdadu Allah

Lihatlah keabadian menunggu disana

Mereguk suci kalimatullah



Semangat sepanjang hayat

Menempuh jihad fisabilillah di sepanjang nafas

Sampai jasad terhempas dari ruh

Menuju jalan ridha Allah

Amiens……



Minggu, 21 Agustus 2011

Saksi Menutup Mata

By: Khoirul Taqwim



Esok lusa daku tinggal sebuah nama

Kenangan bagi dia yang mau mengenang

Tangisan bagi dia yang merasa tertinggal

Karena hari esok daku kan pergi jauh tanpa batas

Namun tubuhku kan kutinggal dalam gua



Hari esok kan jadi kelabu

Jika daku pergi tanpa bekal amal

Namun bila esok daku di hisab tanpa dosa

Pasti Allah akan menempatkan daku di taman syurga

Berteman para rasul dan wali Allah



Hari ini kuberkemas diri

Menuju esok kan tiba waktu yang tepat

Menjemput kenyataan yang tak bisa di cegah

Namun terasa dalam setiap detak jangtungku

Sampai nafas ini hilang benar dalam ketiadaan



Hari ini dan esok

Kan jadi saksi pergiku menutup mata

Jumat, 19 Agustus 2011

Cinta di Titik Ayat Suci





By: Khoirul Taqwim



Cinta terukir di atas ayat suci

Membahana di antara hati syahdu

Bersama Do'a-do'a langit biru

Sepanjang nyawa menyatu raga

Sampai nafas berakhir tanpa sisa



Oooo........ayat suci

Kutitip bahasa cinta abadi

Tertanam dalam lembaran jiwa

Hingga daku menemui sang pengeja bahasa

Tentang cinta dalam tentangnya



Oooo.........ayat suci

Perantara indah di antara garis cinta

Mengalun merdu bersama nada jiwa

Meraih mimpi yang kian dekat mendekap

Hingga diri bahagia sepanjang hayat



Oooo.......ayat suci

Kisah sebuah makna cinta

Keabadian dalam rasa jiwa

Sampai menutup mata dititik jalan terakhir

Hingga daku hilang tanpa jejak sedetak



Sajak Do'a Tinta Darah





By: Khoirul Taqwim



Ya! Allah

Darahku hari ini mengalir sebagai tinta perubahan

Di saat melihat bangsaku di terkam para koruptor

Di waktu negeriku mengalir air mata kepedihan

Saat itu nusantara berduka lara

Waktu itu negeriku tinggal sebuah nama

Masya' Allah, bangsaku sudah tiada

Yang dahulu gagah perkasa

Innalillah, tanah airku terkubur sudah

Bersama keserakahan dan kedzaliman



Ya! Allah

Katanya bangsaku adalah bangsa kaya raya

Namun rakyat dari sabang sampai merauke terkapar lapar

Katanya negeriku adalah negeri sejahtera

Namun kulihat jutaan kepala manusia termiskinkan

Katanya tanah airku adalah tanah air kesuburan

Namun kulihat tanah airku dimakan tikus kuburan



Ya! Allah

Aku berlindung kepadamu

Dari godaan syetan yang paling terkutuk

Amiens...........